1.07.2014

19 Tahun 1 Bulan 1 Hari



Semakin tua, semakin lama
Bahkan sebentar lagi kepala ini akan berubah jadi dua
Semakin tua, semakin dewasa
Tak mau banyak berkata-kata
Sudah, jalani saja
Jalan terus, 
Sambil menjaga jiwa, 
Berdoa, semoga ia tetap muda

1.03.2014

Semester Satu Sudah Berlalu

Halo, blog yang sudah mulai berdebu!

Hehehe maaf lama tak mengurusimu, belakangan ini tugas kuliah dan kegiatan di sekitarnya banyak menyita waktu. Wuah segitu tersitanya waktu yang saya punya sampai meng-update kamu pun saya tak sempat, Blog. Ngga juga deng haha sebenernya ngga sesibuk itu.. Masih bisa tidur kok tapi itu dia, sekalinya ada waktu luang selalu saya gunakan baik-baik untuk tidur. Atau jalan-jalan. Senang deh di Bandung banyak tempat seru yang bisa dikunjungi. Nanti ingetin saya buat nulis tentang tempat-tempat itu di postingan yang lain ya, Blog. Sekarang saya akan mencoba menceritakan semua yang sudah saya alami selama beberapa bulan ke belakang, sesingkat yang saya bisa.

Mulai dari... tugas. Yang katanya banyak itu, mungkin ada yang penasaran, emang apa aja sih tugasnya? Banyaaak. Jadi di semester 1 TPB FSRD ini ada beberapa mata kuliah di antaranya Seni Rupa 2D, Seni Rupa 3D, Gambar yang terdiri dari Gambar Konstruk dan Gambar Bentuk, ada juga Dasar Seni Rupa Desain.

Kalau di 2D dan 3D, tugasnya berbentuk nirmana. Nirmana, meskipun namanya mirip sama Nirwana, mereka bukan adik kakak. Nirmana berasal dari kata nir yaitu tidak dan mana bla bla bla zzzz haha cari di Gugel aja ya. Pokoknya nirmana ini menyita waktu.. Buat 2D, kalau mau rapi harus dikerjain berhari-hari. Kalau ngga berhari-hari ya mesti semaleman suntuk makanya saya beberapa kali nginep di kosan temen biar bisa ngerjain bareng. Kalau 3D, yang bikin males itu asistensinya. Huaah nunggunya lama banget. Wajar sih soalnya ada dua ratus lebih orang yang ngantri dan saya salut sama bapak-bapak dosen yang dengan sabar dan penuh perhatian mengasistensi murid-murid yang sesungguhnya masih sulit memahami makna dari pelajaran 3D ini.

gif maker

Gambar bentuk dan gambar konstruk, biasanya tugasnya dikasih pas jam kuliah dan langsung dikerjain di kelas. Gambar bentuk atau biasa disebut gamtuk ini bisa juga disebut gambar ngantuk. Ngga tau kenapa setiap pelajaran ini bakalan ngantuk. Mungkin karena semua orang serius menggambar dan kelas jadi sepi.. Mungkin. Lebih serius lagi pas pelajaran gambar konstruk karena sesungguhnya untuk menghasilkan gambar yang benar diperlukan kecermatan dan kepekaan tinggi terhadap bentuk dan ukuran benda-benda di sekitar kita bla bla bla zzzz. Singkat kata, gambar konstruk sering membuat saya frustrasi.

Matkul yang menurut saya agak santai ialah Dasar Seni Rupa Desain karena ngga ada tugasnya huihi. Dan seru juga kalau diperhatiin lebih dalam. Soalnya DSRD lebih ke ngejelasin teori-teori dasar seni rupanya bukan praktek. Harinya juga hari Jumat dan pulangnya cepaat, jadi terasa paling santai.

Selain matkul-matkul yang berbau seni rupa desain tersebut ada juga mata kuliah umum; bahasa Inggris, Pengantar Rekayasa Desain, dan olahraga. Bahasa Inggris, ya belajar bahasa Inggris. Kalau PRD...apa ya hahaha yang paling saya inget cuma mukanya Pak Yanyan dan kelucuan yang dia buat kalau lagi ngajar. Olahraga, matkul paling menyita keringat dari semuanya hehe yaiyalahya.

Wah sebenernya kalau diitung pake jari dikit ya tugasnya, paling yang dibawa pulang itu 2D, 3D, olahraga bikin rangkuman. Wah iya dikit. TAPIII ngerjainnya itu ngga bisa sejam dua jam aja. Huhu.
Selain ituuu, masa iya sih kuliah cuma ke kampus, belajar, terus pulang ngerjain tugas?

Di TPB (tingkat 1) FSRD ITB tempat saya kuliah ini ada banyaaaak kegiatan di luar akademik yang bisa diikuti. Kegiatan-kegiatannya itu rata-rata bertujuan buat kita bisa senang-senang satu angkatan dan semakin mempererat persaudaraan kami walaupun sebenernya semua kegiatan itu bagian dari kaderisasi tapi jadinya kalau kegiatan itu udah selesai, kita bakalan ngerasa senang (meskipun banyak lelahnya juga hehe) dan semakin kenal sama temen-temen yang lain. Kegiatan yang paling besar adalaaah, Wisudaan! Jadi setiap ada kk-kk yang mau wisudaan kami para TPB akan menyiapkan arak-arakan dan penampilan yang sebagus mungkin. Nyiapinnya itu, wuih, sebuah perjuangan. Tapi senang bisa nginep di kampus dan liat banyak bintang haha norak ya saya.

Wisudaan pertama TPB 2013 namanya Vasundhari. Kalau penasaran mau liat kayak gimana penampilannya inii ada videonya



Selain kegiatan-kegiatan bareng sama temen seangkatan, ada lagi yang lain-lain. Kk-kk tingkat biasanya nawarin TPB buat bantuin mereka ngerjain tugas akhir, nah lumayan banget kan buat nambah pengalaman dan jadi tau kalau di prodi ini bakal bikin apa, di prodi itu bikin apa. Ngga jarang juga TPB diminta bantuan buat jagain pameran. Ada jugaa kakak tingkat yang punya project apa gitu terus nanti kita diajak bikin project itu bareng. Kebetulan saya ikut bantuin kk tingkat bikin film pendek dan itu seru bangeeeet.

Oh iya selain kegiatan di fakultas, saya juga ikutan satu unit yang tempat ngumpulnya ada di lantai 8 gedung PAU. Iya betuul, 8eh! 8eh ini salah satu unit radio di ITB dan kenapa saya ikut unit ini? Soalnya pengen ketemu dan kenal sama banyak orang, anak- anak di luar FSRD sih lebih tepatnya supaya sudut pandang saya ngga terpaku di otak sebelah kanan aja haha. Selain itu saya juga suka musiknya 8eh dan penasaraan, gimana sih rasanya kerja di sebuah radio? Pokoknyaa, semuanya jangan lupa ya dengerin 107,9 FM 8eh Radio ITB your edutainment and music station. Streamingnya lewat sinii

Semester satu ituuuu, meskipun tugasnya banyak, capeknya banyak, begadangnya banyak, pegel-pegelnya banyak, saya merasa beruntung banget atas semua pengalaman yang saya bisa rasakan. Duh sebetulnya semua yang udah saya tulis tadi belum semuanyaa. Semoga memori otak ini masih cukup kuat dan tahan lama untuk mengingat semuanya dan setiap detailnya ya. Tak lupa ingin ucapkan terimakasih banyaaak, Tuhan, buat semuanya. Buat semua senang dan sedih dan capek juga stress dan jalan kaki yang banyak, dan kantong akhir bulan, dan cucian yang menumpuk. Semua itu yang bikin hidup saya jadi warna-warni. Seperti pelangi!

(gambar dari gugel)

12.23.2013

8.28.2013

Huaaaaaaahu wuhu yuhu wihiii.

Apa..satu kata yang bisa menggambarkan perasaan gue saat ini? Senang? Iya. Sedih? Iya juga. Excited? Takut? Deg-degan? Semuanyaa, semuanya iya.

Inget ngga, dulu gue pernah nge-post ini? Alhamdulillah, luar biasa, berkat doa dari semuanya, apa yang gue post itu beneran terjadi. Jadi kali ini gue akan menceritakan semuamuanya, tentang perjalanan gue sampai bisa berada di titik ini.

Mulai dari… Kenapa pilih FSRD?

Jadi dulu itu waktu gue SMP, itu lah di mana gue pertama tau kalau ada Fakultas Seni Rupa dan Desain. Dan itu di ITB. Dikasih tahu sama kakak kelas, makasih loh kak udah ngasih tau. Beneran deh, si kakak kelas itu berperan besar dalam hal ini. Meskipun orangnya sepertinya ngga inget kalau dia pernah ngasih tau hahaha. Sejak saat itu gue pun mencari tau lebih banyak tentang FSRD. Apa sih sebenernya FSRD itu? Apa yang bisa gue pelajari di sana? Ospeknya kaya gimana? ITB itu kaya gimana? Bertepuk tanganlah untuk penemu internet karena mereka memfasilitasi rasa ingin tahu yang dimiliki oleh manusia-manusia masa kini. Orang-orang kepo, kalau bahasa gaulnya yah.

Tapi kenapa seni rupa? Ya karena suka aja haha gambar gue juga ngga terlalu bagus waktu itu. Sampai sekarang juga masih harus banyak belajar. Gambar figur gue masih kaku syekalii. Tapi gue senang membuat sesuatu, nggak melulu berbentuk gambar, bentuk yang lain juga bisa. Pokoknya senang dan buat gue itu udah jadi alasan yang cukup untuk memilih FSRD. Soal jago atau engga, gue akan terus belajar, I’m willing to learn and I’ll never stop learning.

Semakin gue cari tau tentang epeserdeh, semakin gue ingin melanjutkan studi tingkat kuliah (eleuh) di FSRD. Semakin gue cari tau juga, semakin gue kesengsem (cailah) dan mulai jatuh cinta (halah) sama yang namanya Institut Teknologi Bandung. 

Di SMA, ketika semua orang membicarakan kuliah.. Bingung memilih apa.. Gue sudah memilih. Meskipuun, masih sering galau juga. Sering banget muncul pertanyaan kayak.. apakah gue cukup jago? Apakah passion gue memang bener di situ? Apakah gue pantes? Apakah ini dan apakah itu. Kegamangan akan sering muncul di kelas 12 ketika lo sudah harus benar-benar yakin, fix se-fix-nya. Tapi kemudian gue pun tersadar kalau gue terus-terusan bertanya ini itu.. Cuma mikir.. Ngga ngelakuin apa-apa.. Ya ngga bakal lah gue dapet apa yang gue mau. Kalau belum jago mbok ya latihan terus. Katanya senang.. apalagi yang kamu tunggu hey. Kalau belum pantes ya pantesin diri. Kalau ngga shanggup ya shanggupin. Eh.

Untuk mengasah dan mempertajam kemampuan gue maka di kelas 12 gue pun mengikuti les menggambar bersama Bapak Tasri..yeah! (Tolong tepuk tangan untuk bapak yang satu ini). Bersama Dewi dan Evira juga. Di les ini gue ngga cuma dapet pelajaran nggambar tapi juga seseurian, pemikiran-pemikiran pak Tasri yang keren pisan, dan gue juga jadi (baru) dengerin Polyester Embassy gara-gara dikasih tau sama pak Tasri huehaha. Terimakasihku kuucapkan untuk bapak.

Singkat cerita, Ujian Nasional dan ujian masuk perguruan tinggi yang namanya sering ganti dari masa ke masa itu pun tiba juga. Kalau mau masuk ITB, di masa gue cuma ada dua cara, yaitu dengan SNMPTN atau SBMPTN. SNMPTN adalah…sebuah ujian di mana nilai rapot kalian diuji, dibandingkan dengan siswa lain, dan entah gimana cara penilaian seterusnya. Sedangkan SBMPTN adalah sebuah ujian di mana kalian mengerjakan soal-soal, soal-soal lagi, dan soal-soal lagi dan nilainya akan diurut, dan lain-lainnya..hanya Tuhan yang tau soalnya temen gue yang pinterr banget ada juga yang ngga lolos SBMPTN ini.

Karena FSRD adalah sebuah fakultas seni rupa, maka ujian masuknya ngga cuma diliat dari nilai aja. Kalau lewat yang SNMPTN itu (atau tahun sebelumnya disebut SNMPTN undangan) selain menyertakan nilai rapot juga harus mengunggah portofolio. Portofolio ini bisa disiapin dari lama. Jadi pas les, gue, Dewi, Evira dengan bimbingan pak Tasri mengerjakan porto-porto itu bersama-sama. Ada lima karya yang harus diunggah. Dua karya wajib dan tiga karya bebas. Yang wajib itu gambar suasana dan still life/gambar muka orang yang realis (apa namanya lupa..portrait ya? Gambar suasana gue jelek hahaha kaku banget gerak-gerik orangnya. Tapi jujur waktu itu gue agak-agak ngarep gitu dapet SNMPTN gara-gara sertifikat FLS2N tea (te-ya ya bacanya bukan ti).

Oh iya ngomong-ngomong soal Dewi, udah sehati banget nih gue sama orang yang satu ini. SMP dan SMA barengan dan dari SMP kita udah tertarik sama FSRD. Bahkan di buku tahunan gue ada semacam pesan gitu dari doi ‘Nanti kita di FSRD bareng ya sil..’. Lucunya lagi pas di SMA selama tiga tahun bersekolah gue selalu sekelas sama Dewi. Kalau lo baca ini gue cuma mau bilang trimakasih dew mau berteman sama gue hahaha ayo mengarungi lautan lagi. (dia adalah Tuna dan gue Salmon, fyi)

Lanjut ke cerita SNMPTN ya sekarang. Setelah ditunggu-tunggu dengan perasaan campur aduk, antara ngarep dikit sama pasrah, akhirnya pengumuman tiba juga. Inget banget suasananya. Waktu itu di sekolah lagi rame sama anak Cakrawala (nama angkatan gue) yang lagi sibuk nyiapin perpisahan. Sore-sore, pengumuman bisa dibuka dan banyak yang ngeliat bareng di sekolah lewat hp. Ada yang loncat-loncat (gue termasuk salah satu yang loncat-loncat begitu tau kalau Suwo dapet SAPPK, bahkan ada yang ngira gue lolos gara-gara gue loncat-loncat haha), ada yang nangis, ada yang ketawa, ada yang cepet-cepet pulang karena ngga berani liat di sekolah, ada yang berpelukan, tapi ngga ada yang berantem kok. Itu..euforianya ngga bakal terlupakan.

Gue awalnya takut gitu dan mau liat di rumah aja tapi akhirnya liat pengumuman lewat hpnya Caca. Pengumumannya warna merah dan dia meminta maaf karena gue tidak lolos SNMPTN. Oke. Nggapapa. Itu sih yang pertama terlintas di otak gue karena gue udah pasrah juga.

Setelah itu gue pun meng-sms teman-teman seperjuangan gue, Dewi yang lagi rajin Inten dan Evira yang pulang duluan karena mau liat pengumumannya di rumah. Dewi bilang Alhamdulillah, dan gue pun bilang selamaaaaat! Evira juga sms Caca ‘alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah’ dan gue juga memberikan ‘selamaaaaat!’ untuk Evira. Aduh teman-temanku memang jago-jago dan pintar-pintar. Gambarnya Dewi emang jauh lebiiih bagus daripada gue dan nilai rapotnya juga bagusan dia hehehee. Tak lupa gue berpesan kepada Evira dan Dewi untuk mendoakan gue dan Rizka (teman perjuangan FSRD yang satu lagi) supaya bisa menyusul mereka ke kampus gajah duduk itu.

Perasaan gue masih biasa saja, tidak kecewa, sedih sedikit namun bangga memiliki teman-teman yang hebat. Tapi semua berubah ketika Negara api menyerang. Eh salah, maksudnya ketika nyokap gue menelfon dan bertanya gimana hasil pengumumannya. Gue bilang gue ngga lolos, tapi alhamdulillah Dewi sama Evira lolos. Nyokap gue kaya ngga percaya gitu terus nyuruh gue liat pengumumannya lagi. Dari situ gue jadi ngerasa…nyes. Jadi ternyata nyokap gue ngarepin banget gue dapet SNMPTN dan sampai di rumah nyokap gue malah ngebanding-bandingin gitu Dewi sama Evira bisa dapet kenapa gue ngga. Tambah tambah deh perasaan gue yang awalnya biasa saja menjadi sedih kelas kakap dan meneteskan banyak air mata hahaha kalau diinget lucu juga sih.

Sampe nge-tweet gitu minta izin buat nangis hari itu aja hahaha payah. Tapi memang waktu itu gue merasa sangat sedih karena gue kira kalau ngga lolos SNMPTN ini ya nyokap gue bakal nyemangatin gitu.. Puk puk atau apa.. Pesan pesan seperti ‘kamu harus berjuang lebih keras di SBMPTN’. Mungkin karena beliau emang ngarep banget kali ya, jadinya speechless dan ngga mengatakan apa yang gue ekspektasikan. Selain itu juga..gue jadi sedih gara-gara mikir kalau gue udah ketinggalan. Yang lain udah dapet kepastian buat kuliah di mana, gue belum. Apalagi di masa-masa yang dapet  SNMPTN pada ngurusin rapot buat daftar ulang sedangkan gue sibuk les. The fear of being left behind itu menghantui. Teman-teman dekat gue, Dewi sama Suwo udah dapet ITB. Gue ngerasa ditinggalin, padahal ngga ada yang ninggalin hey. Ngga mau nangis tapi kok ya jadi nangis terus. Men, urang ngga mau sedih. Tapi sedih itu datang lagi.

Cuma dua hari sih sedihnya, abis itu mikir lagi.. Kenapa sedih sih sil? Apa yang mau disedihin? Sedih ngga lolos? Nilai rapot lo aja ngga bagus gitu, jelas-jelas ngga pernah ranking sepuluh besar. Portofolio juga, emangnya itu udah gambar terbaik yang lo kasih? Belum kan? Daripada sedih mendingan lo mikir lagi apa usaha lo selama ini udah cukup? Belajar sana buat SBMPTN. Ya begitulah kira-kira teriakan otak gue ketika itu.

Meskipun di rumah ngga ada yang secara lisan smangatin gue, ternyata di rumah yang satu lagi yaitu sekolah masih banyak sekali banget orang yang mau kasih smangat. Teman-teman dan adik kelas juga kakak kelas dan bapak satpam (boong deng) trimakasih banyak buat suntikan smangatnya waktu itu. Dewi juga ngga bosen nyemangatin gue dan setiap hari ngasih sms penyemangat gitu haha ununu.

Gue pun menjalani les gambar intensif sama pak Tasri setiap hari minggu selama tiga minggu (kalau ngga salah inget). Satu pertemuan lima jam (kalau nggalah inget juga huehe). Lesnya lumayan jauh di Universitas Paramadina dan di minggu pertama adek gue baik hati banget mau nganterin (smoga dia ngga baca). Minggu kedua Rizka ikutan les juga dan kita pulang naik metromini yang menguji adrenalin karena… Rasain aja sendiri rasanya kayak naik roller coaster hahaha.

Ya ampun ini udah seribu empat ratus tujuh puluh lima kata.

Maaf ya panjang banget hehehe langsung deh kita loncat ke hari H SBMPTN. Alhamdulillah banget karena gue ambil tes IPC dapet tempatnya di SMAN 2 Depok, deket dari rumah, bisa mengurangi ketegangan. Hari kesatu lewat, kedua lewat juga. Astaga soalnya susah-susah apalagi IPA nya hahaha gue cuma berharap poinnya ngga ada yang minus atau nol. Pasrah banget liat soalnya. Agak beda gitu sama yang biasa dikerjain pas latihan soal.

Nah balik lagi ke alasan yang gue bilang tadi, karena FSRD itu fakultas seni rupa, ada tes tambahannya yaitu tes keterampilan. Di tes keterampilan yan gue ikuti ada tiga tes yaitu gambar suasana, still life sama gambar psikotes. Gue memilih tes keterampilannya langsung di ITB biar lebih berasa feel-nya huaha. Gue dan Rizka pun berangkat ke Bandung naik travel dan menginap di kosan Dewi (pas itu anak-anak SNMPTN udah pada punya kosan dan lagi di Bandung juga ngurusin daftar ulang) lumayan haha gratis. Gue sama Rizka alhamdulillah berhasil ke ITB setelah dari pool travelnya naik angkot ke ITB bawa-bawa tas udah kayak tenaga kerja Indonesia yang baru pulang hahaha. Di angkot itu kita nanya jalan sama tiga orang (yang sepertinya) sekawan. Tadinya mau langsung ke kosan Dewi tapi takut nyasar. Dan ibunya Dewi juga sangat baik hati sekali karena mau menjemput gue dan Rizka di ITB.

Di hari itu juga, tes keterampilan hari pertama sedang berlangsung (jadi tesnya diselengarain dalam dua hari dan boleh milih mau tes dihari keberapa). Lalu kami iseng-iseng mengintip lewat lubang ventilasi aula timur huehehehehe dan melihat ada kendi dan melon… Wuah ternyata itu buat tes gambar still life-nya ho ho ho hehe. Maka di malam harinya gue dan Rizka minta diajarin gambar kendi dan melon sama Dewi. Tadinya mau minta diajarin gambar nanas juga tapi karena kita banyak seseurian setelah liat video Indonesia Pintar di Youtube dan hari sudah terlalu malam maka gambar nanas hanyalah sebuah wacana belaka.

Esok harinya tes keterampilan pun tiba. Gue berusaha menenangkan diri dan menarik nafas dalam-dalam… lalu mengeluarkannya… lewat hidung kok, lewat hidung sama mulut bukan lewat yang lain. Ini kesempatan terakhir gue, ini yang gue tunggu-tunggu dari SMP dulu ketika gue tau kalau mau masuk FSRD ada tes gambarnya. Ini, momen yang..kayaknya gue udah ditakdirin buat ikut ini.

Sepanjang tes gue mencoba bernyanyi-nyanyi saja di dalam hati. Lagu apa ya waktu itu.. White Shoes kalau ngga salah. Oh iya tebak buah buat gambar still life-nya apa? Apel? Bukaan. Melon? Ternyata bukan itu saudara-saudara. Buah tropis yang ada di hadapan gue waktu itu adalah..nanas! Yaaak. Untungnya waktu try out vilmer juga gambar nanas, seenggaknya pernah deh meskipun cuma sekali.. Kalau gambar suasananya ada beberapa pilihan kan di soal ada yang gambar suasana ikan gitu di laut, ada yang suasana pesta nelayan, ada juga gambar suasana perpustakaan. Gue pilih gambar perpustakaan soalnya gue ngga bisa gambar ikan.. Cukup puas sama hasil gambarnya karena gambar suasana yang itu udah lebih bagus daripada gambar yang dulu gue unggah buat SNMPTN. Dari awal tes gue juga menyugestikan diri bahwa tes ini adalah sebuah momen senang-senang.

Dari semua tes yang paling senang itu gambar psikotes karena di situ bisa bebas menghayal hahaha. Srat sret sret akhirnya tes keterampilan pun selesai… Gue berusaha mengikhlaskan semuanya kepada Tuhan karena gue sudah berusaha, kalau emang takdir gue bukan di FSRD, ya mau gimana lagi.

Dan……setelah beberapa minggu yang diselingi oleh tes-tes lain (SIMAK dan UM UGM), pengumuman SBMPTN tiba juga.

It was a windy afternoon…cailah. Sore-sore gue numpang di kamar adek gue lalu gue setel lagu soundtracknya From up on Poppy Hill, biar berasa kayak lagi di film hahaha. Pengumumannya jam lima, dan begitu jam lima tiba, gue bukalah itu website sbmptn… dan… kali ini…. tulisan di layar laptop gue ngga lagi meminta maaf, dia memberikan ucapan selamat. Gue langsung keluar kamar dan kasih tau nyokap gue dan kami pun berpelukan dan menangis lalu sujud syukur dan semua itu terjadi begitu cepat. Luar biasa.

Sekarang gue di kamar kosan, udah ngejalanin beberapa hari kuliah, sampai sekarang pun semua ini masih terasa sedikit unreal. Luar biasa banget memang karunia yang Tuhan kasih buat gue.

Bisa ikut OSKM, bisa bikin formasi, bisa salam ganesha di lapangan saraga, bisa ketemu kakak-kakak senior yang hebat-hebat pisaan, sedikit banyak menampar nurani gue dan gue merasa sangat kecil, kecil sekali, miskroskopis.

Perjalanan gue belum selesai sampai di sini, masih banyak sekali banget yang harus gue pelajari. Men, pada jago-jago banget lah temen-temen gue se-TPB. Urang hanya seonggok debu kalau dibandingin sama mereka mah haha. Baktiku untuk Tuhan, bangsa, dan almamater juga akan dipertanggungjawabkan kelak. Mau jadi apa nantiii? Mau jadi orang yang berguna buat orang lain. Caranya? Ummm…. Ha.

Ah iya. Sekarang juga jadi gamang mau masuk prodi apa. Dulu semangat mau desain interior, sekarang dipikir-pikir lagi mau dkv aja. Tapi untuk masuk ke prodi-prodi itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan.. Aduh gambar garis lurus aja gue ngga bisa.. Masih harus belajar lagi.. Doakan aku ya kawan-kawan. Smoga terus semangart, sampai tahun-tahun berikutnya juga. Dan semoga ngga tambah kurus juga muhu.

Maaf ya ini postnya panjang banget hehehe. Makasih banyak buat yang udah mau baca. Sekali lagi makasih juga buat semua orang yang udah nyemangatin dan doain gue, entah sadar atau enggak, kalian adalah bagian penting dari hidup gue. Meskipun cuma sekedar kata ‘smangat’, itu efeknya besar buat masa depan gue hahaha mungkin terdengar berlebihan tapi benar kok.

Terimakasih juga Tuhan, untuk semua nikmat dan kebahagiaan yang bisa saya dapet secara cuma-cuma. Bersemangat menjalani hidup ini adalah salah satu bentuk rasa syukur saya atas karunia-Mu.

Ini postingannya udah ngaco ya bahasanya dan ngga ngurut gitu hahaha maafkan daku, ku hanya ingin menuangkan semuanya ke dalam sebuah tulisan.


Sampai jumpa lagi di tulisan-tulisan selanjutnya. 

8.07.2013

The Oreo

When I first realized that Oreo celebrated its 100th anniversary last year.. I was like.. No waaay! A hundred years? Like, for real? A biscuit can lasted for that long period of time? It simply blew me away.

And then I think again.. What makes this wonderful cookie became as wonderful as it is? I mean, it's not just a cookie, it's a phenomenon! How many bakery and patissiere put Oreo in their creation? How many cafes serve a drink that has 'Oreo' in its name? Oreo cake, oreo truffles, oreo milkshake, oreo doghnut, etc, etc. And I bet they all taste delicious! (Unless it's burnt in the oven or overcooked or had any other incident that causes the Oreo tastes different)

How come in this big, full-of-cookies-world I haven't tasted anything like the Oreo? Do they keep their secret recipe in a Switzerland bank?

Man, I think Oreo is the second best invention after the light bulbs.

Today I finally (at last!) searched The History of Oreo on the internet to fullfilled my wondering mind.

Found this video on Youtube, pretty much explain it all.

The first Oreo was produced in 1912, by a company named Nabisco (National Biscuit Company) in America. And here's a funny thing, this phenomenal biscuit is actually an imitation of a biscuit named Hydrox, that was produced four years before Oreo strikes. I think this is what people call 'steal like an artist'.

Maybe they initially steal, but look who's been widely known? The Oreo team must have a greater branding plans and the name Oreo.. it sounds way better than Hydrox right? People won't even guess that Hydrox is a name of a biscuit if they haven't seen the ads.

The design of  Oreo cookie has changed as time passed by. So have the packaging and logo. The 'ancestor' Oreo had a simpler surface than the Oreo we eat today. But the taste of it, yum, I can imagine myself munching the crunchy chocolate biscuit mixed with the sweet, creamy fillings. Maybe the taste will change because well..the world change doesn't it? It won't have the exact same taste as it was in its first production.


I also jump into their site, Oreo.com and find some amazing promotional videos and songs with the tagline: Wonderfilled. The songs started with 'Wonder if I gave an Oreo..' and the imagination flows. It's also said that they wanna celebrate 'the kid inside' and this is genius. I think no matter how long we have aged, we all always have a kid soul in our hearts, a soul that often wonders and wander around. But it's up to us, whether we wanna bring the soul out or just wanna keep it locked in a room in our hearts.


The singer of this 'Wonderfilled' song is Owl City (you can find other version of the song here), but I'm not sure who wrote the lyrics is it Owl City or the Oreo team ('-' )

If I kept that 'kid soul' inside me locked I wouldn't be here writing this post in the middle of the night. I like letting it out, I wanna learn about all the little things in life that I might have ignored. Turns out.. So much to learn from a biscuit, right? 

P.s. you might also wanna read this, 13 Facts About Oreo that Will Blow Your Mind by Huffington Post.