4.25.2015

Belakangan Ini


Belakangan ini sedang senang bernostalgia dengan lagu-lagu masa kecil, seperti lagu-lagunya Sherina misalnya. Bahkan gue beli kasetnya dari internet. Terus akhirnya jadi juga beli walkman kaset.. demi mendengar lagu-lagu Sherina ini hehehe (padahal cari di internet juga bisa yak). Tapi ternyata setelah gue kembali mendengarkan lagu dari kaset, rasanya emang beda gitu loh sama dengerin lagu versi digital. Ada bunyi kereseknya dikit. Senangnya lagi deket kosan gue ada toko kaset yang banyak koleksinya dan bapak penjualnya baik hati. Terus di Studio 8EH juga ada banyak kaset-kaset yang jaman dulu didapet gratis dari label jadi bisa gue curi beli dengan harga murah yaay. Sepertinya kaset-kaset dan walkman aiwa ini bakal gue jaga dengan baik dan gue wariskan untuk anak cucu gue kelak.

Belakangan ini rasanya kok malas sekali ya mengerjakan tugas studio huhuhuhu. Ya, porto sialan itu. Pas awal sih masih agak semangat. Lama kelamaan, setiap harusnya mengerjakan sesuatu selalu gue tunda melulu.... Tolong beritau gue gimana caranya biar bisa semangat lagi dalam mengerjakan ini semua. Hiks.

Belakangan ini cukup banyak bertemu dengan orang-orang baru, dan rasanya seru! It's always nice to be surrounded by people with different ways of thinking. Menarik gitu bisa kenalan sama orang-orang dengan sifat dan cara pikir yang berbeda-beda. Dengan begitu gue juga jadi merasa dunia gue gak sempit dan gue terbuka untuk banyak kesempatan. Ksempatan-kesempatan yang gak bakal gue dapet kalau gue cuma kenal sama sedikit orang. Beda banget sama pas masih tpb haha mainannya cuma di fakultas aja jadi gak terlalu tau apa-apa saja yang terjadi di kampus atau pun di luar kampus.

Belakangan ini kamar kosan sangat berantakan! Ayo ayo ayo ayo kapan mau dibereskan?

4.08.2015

Tidak Bisa Tidur

Halo blog! Jadi niatnya malam ini ingin tidur cepat karena besok kuliah pagi (jam 8, dan dosennya sangatlah tepat waktu, dosen paling tepat waktu se-semesta interior) dan mau sarapan habis itu ngeprint sesuatu dulu sebelum kuliah dimulai. Tapi apa daya mata ini sudah kupejamkan namun tak kunjung pergi juga jiwaku menuju alam mimpi. Halah. Jadi di postingan ini gue mau ngepost beberapa hal random yang kalau gue post di line atau socmed lainnya bakalan terlalu random karena kejadiannya tidak berurutan.

-          Semenjak insiden gambar Kresno yang gue buat dibilang mirip Kera, gue jadi selalu merasa insecure setiap nggambarin orang.

-          Halo saya datang dari Planet Independen dan tidak terikat dengan grup manapun.

-          Wah ternyata ulang tahun IMDI (Ikatan Mahasiswa Desain Interior) sama kayak ulang tahun gue!

-          Malam itu gue pergi ke warung untuk beli minum dan menemukan kuaci dengan bungkus yang menarik (dari kertas bukan plastik yang kayak biasanya). Capek juga ya ternyata makan kuaci yang belum dibuka. Bukanya sejam, makannya lima menit (jadi gue pake teknik dibuka dulu yang banyak biar makannya gak cuma satu-satu).

-          Nemu banyak font baru yang bagus, terimakasih untuk Pinterest!

-          Portofolio apa kabar ini sil progressnya ndut-ndutan kaya mobil yang bensinnya mau abis.

-          Gimana sih caranya biar bisa menjaga semangat agar tetap konstan? Bukan Cuma semangat sehari terus besoknya lesu lagi…

-          Sedang senang-senangnya berkegiatan di luar kuliah. Mungkin karena mulai bosan? Pada dasarnya gue senang mencoba sesuatu yang baru..

-          Coming Soon Danus Kru Musik yaaaay!


Haaaaah semoga dengan tertulisnya isi kepala gue di blog ini, gue bisa segera tidur dengan nyenyak. Sampai jumpa lagi bloggie!

3.31.2015

Pretensius

Pretentious dalam bahasa Indonesia sebenarnya artinya pretensi, tapi gue serap aja ya jadi pretensius biar lebih enak haha (bikin-bikin bahasa sendiri).


pre·ten·si /préténsi/ n 1 keinginan yg kurang berdasar; 2 perbuatan berpura-pura; 3 alasan yg dibuat-buat; 4 dalih; 

Ini ada juga definisi dari Urban Dictionary, wah top banget sih emang penjelasannya.
Trying to sound intelligent by using long, complicated words, even though you don't know what they mean.
Pete: "hey, listen to this. it's post-hardcore emomathglitch rock. The lyrics really reveal the prerequisite existentialism of the singers inner hades!" 
Ed: "do you even know what that means" 
Pete: "um... well, no" 
Ed: "you're so pretentious"
Intinya, menjadi seorang yang pretensius adalah menjadi orang yang... berpura-pura.. atau membuat dirinya terdengar pintar supaya bisa diterima di satu lingkar sosial tertentu/sekedar ingin terlihat menonjol dan lebih baik dari yang lain. Semacam pencitraan lah ya bahasa yang lebih awamnya. 
Yha gue tidak menyangkal mungkin terkadang secara sadar maupun tidak gue terjebak dalam keberpura-puraan tersebut. Tapi menurut gue selama keberpuraan itu (halah) bukanlah suatu yang buruk dan tidak membuat gue menyiksa diri gue sendiri, bukan merupakan suatu paksaan yang melelahkan diri... gue rasa nggak salah-salah amat. Siapa tau berawal dari pura-pura bisa jadi beneran. Bukannya waktu kecil juga kita suka main pura-puraan ya?
Well tapi gue gak mau jadi bagian yang merasa ingin menonjol dan terlihat lebih baik juga sih... Seperti misalnya waktu itu teman gue pernah mengomentari bahwa status gue di Line sifatnya sangat pretensius. Mungkin secara tak sadar ada keinginan dalam diri gue untuk terdengar pintar. (Siapa sih yang ingin terdengar bodoh?) Tapi kalau boleh gue memberikan pembelaan di sini... maksud utama gue dalam membuat status tersebut adalah ingin menyampaikan apa yang ada di kepala gue, dan dengan membaginya di dunia maya mungkin gue akan menemukan orang-orang dengan cara pikir yang sama. Dan bukan kah itu adalah salah satu hal paling membahagiakan dalam hidup ini, bertemu dengan orang-orang yang berada dalam satu frekuensi?
Jadi ya sudahlah. Takut dibilang pretensius jatuhnya malah bisa jadi pretensius juga. Lakukan saja apa yang ingin dilakukan, selama tidak ada pihak yang dirugikan. Selama hak dan kewajiban tidak saling berbenturan.