8.04.2015

Drama Korea: Guilty Pleasure No. Sekian

Halo semuanya! Wah tumben sekali ya saya kembali lagi secepat ini. Mumpung masih liburan dan ada keinginan untuk menulis sesuatu nih hehe. Oiya sepertinya mulai sekarang saya akan mengganti kata ganti pertama yang biasanya saya pakai di sini dari ‘gue’ menjadi ‘saya’ soalnya kalau pake ‘gue’ kayanya Jakarta banget geto loh padahal da aku mah apa cuma anak pinggiran tepatnya Depok, kutilnya Jakarta. ‘Saya’ juga terdengar lebih umum meskipun agak formal dan baku. Tapi daripada pake ‘aku’… Yah, kalau secara struktur kalimat dan penggunaan bahasa agaknya saya tidak akan menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar soalnya nanti jadi terlalu kaku heuheu. Blog ini kan isinya cerita-cerita kurang penting aja ya.

Baiklah. Cerita kurang penting kali ini disponsori oleh… kebiasaan menonton drama Korea di waktu senggang! (Yakin di waktu senggang aja sil?) Ya begitu lah pokoknya. Menonton drama Korea ini memang lah… guilty pleasure nomer sekian. Kenapa merasa guilty? Karena sebenarnya ada beberapa drama yang cuma bikin buang-buang waktu dan menurunkan IQ karena ceritanya sebenernya udah ketebak YET I STILL WATCH IT ANYHOW.



Kalau kata orang baik mah kegiatan ini banyakan mudharat-nya. Maka dari itu saya berusaha membuat sesuatu dari semua drama yang sudah saya tonton, salah satunya dengan membuat tulisan ini. Meskipun tulisan ini tidak akan menghasilkan uang dan mengembalikan waktu yang saya habiskan sebelumnya heuheu.. F for effort? L

Tetap saja saudara..dibalik semua yang gelap pasti masih ada yang terang(?) Meskipun merasa guilty tetap ada pleasure-nya karena ada beberapa keuntungan dari menonton drama Korea seperti:
  • mengisi waktu luang dengan cara yang mudah dan menyenangkan
  • bisa melarikan diri dari realita kehidupan dan mengintip kehidupan serta budaya orang-orang di Korea (meskipun sepertinya yang ditayangkan lewat drama itu tidak sepenuhnya faktual tajam dan terpercaya, tapi bukankah itu gunanya cerita fiksi? Kita seringkali bosan dengan kehidupan kita sehari-hari)
  • bisa melihat pemain-pemain yang rupawan (meskipun beberapa hasil operasi plastik)
  • bisa menambah penghasilan abang-abang yang jualan dvd
  • bisa menghemat uang makan (karena marathon seharian jadi lupa makan)
  • bisa belajar bahasa Korea sedikit-sedikit meskipun sekedengerannya aja (terus yang gue inget palingan (ini gatau ya penulisannya benar atau tidak kan seingatnya saja heuheu) misalnya panggilan-panggilan kaya sunbae, ahjuma, oppa, noona, dll, terus kata-kata lain seperti konbe (bersulang), pabo (bodoh), pyonte (mesum), bicaso (gila), chaebol (semacam konglomerat gitu), fighting (semangat. Anjir itu bukan bahasa Korea sil), HAHAHA yang saya ingat kebanyakan kata-kata yang kayanya ga bakal kepake juga kalau suatu hari nanti saya ke Korea).

Wah.. sejak kapan ya saya jadi gemar menonton drama Korea seperti ini.. sepertinya semenjak mbak di rumah saya ngajak nonton Telenovella (lah kok? Ya kan sama-sama drama gitu), ya, sepertinya ketika itu ada bibit-bibit yang mulai tumbuh. Bibit-bibit ini semakin tumbuh seiring bertambahnya usia saya dan majunya teknologi masa kini. Yha kalau dari dulu sampai sekarang gak ada dvd dan internet mungkin di waktu senggang saya akan menonton wayang golek atau mendengarkan drama radio heuheuheu.

Tapi drama Korea itu alternatif yang mendingan banget loh daripada sinetron Indonesia.. Bukannya terhibur kayanya gue malah bakalan tambah pusing kalau nonton itu. Waktu SMP saya pernah nge-tweet tentang drama Korea ini tapi lupa apa ya bunyinya.. Intinya drama Korea itu a complete package to promote a country. Bayangin aja cuma dari nonton drama Korea kita bisa tahu bahasanya, makanan khasnya, tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, budayanya, bahkan sejarahnya (dikit-dikit. Kalau yang alien atau vampire itu bukan sejarah ya). Coba, berapa banyak orang yang jadi tertarik buat mengunjungi Korea setelah menonton dramanya? Wah kayanya industri drama ini bekerjasama dengan dinas pariwisata di sana kali ya.

Secara plot juga oooo tentu saja jauh lebih menarik daripada sinetron Indonesia. Mungkin agak salah ya gue membandingkan drama Korea dengan sinetron Indonesia? Heuheu yaa drama Korea emang nggak ‘sepinter’ serial barat dalam hal cerita, tapi jauh lebih mendingan daripada sinetron Indonesia.. Karena mereka juga udah termasuk negara maju sih ya otomatis tayangan TV-nya berbeda sama tayangan TV negara berkembang seperti Indonesia.

Nggak semua drama Korea ceritanya bagus sih. Ada yang dangkal juga haha dan memang ada beberapa genre juga kan. Kalau suka yang agak lebay bombay silahkan nonton melodrama. Kalau ingin yang ringan-ringan cimpy that will give butterflies in your tummy, silakan nonton romance. Kalau mau yang lebih menegangkan dan lebih mikir ada thriller, horror, mystery dan lain sebagainya. Biasanya sih biar gak salah nonton gue buka-buka dulu review drama yang ada di internet, atau minta rekomendasi dari temen/abang-abang yang jual dvd. Meskipun yaa beberapa kali kena juga saya, terlanjur nonton yang ceritanya kurang seru. Tapi dari situ saya belajar! (Halah)

Luar biasa memang ya Hallyu alias Korean Wave ini bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Nggak cuma drama, tapi industri musiknya, sampai variety show-nya juga beredar di mana-mana.

Untungnya saya gak terlalu suka boyband-boyband-an gitu sih soalnya agak geli melihat pria menari dan lagu-lagunya juga bukan selera saya heuheu (tapi kalau ada yang ngajak ngobrol soal boyband ya lumayanlah agak ngerti dikit soalnya diem-diem nontonin video klipnya wqwq gak deng soalnya teman-teman dan adik saya banyak yang suka). Oiya btw soal musik Korea gue pernah sedikit ngebahas K-indie loh di sini heuheu maaf anaknya sok indie banget tapi memang enak-enak lagunyaa.

Baiklah saya rasa cukup sampai sini saja cerita kurang penting kali ini. Sebetulnya gue juga ingin buat semacam drama award gitu.. Yha award bikinan sendiri, sangat subjektif memang tapi mungkin bisa menjadi acuan menonton drama untuk para pembaca sekalian? Namun melihat postingan kali ini yang sudah mencapai 894 kata wah sekarang 898 kata bahkan dan terus bertambah…… sepertinya gue akan menulis award-award-an itu di postingan lain. Lagipula drama yang gue tonton juga belum terlalu banyak mehehe.

Terimakasih sudah membaca hingga sejauh ini! Sampai jumpa di cerita kurang penting selanjutnya.

8.03.2015

?



When was the last time you tried something new?

When was the last time you went somewhere nice for the fun of going and enjoying the time, not for the sake of taking photos and posting it to your social media accounts?

When was the last time you hugged someone?

When was the last time you turn your gadget off and carpe that one diem?

When was the last time you took notice to your surroundings?

When was the last time you didn't give a damn to how many 'likes' or 'love' (or whatever it is) that you get?

When was the last time you made something crafty?

When was the last time you woke up before sunrise? When was the last time you had normal amount of sleep?

When was the last time you believed in what's right instead of believing what is nice?

When was the last time you solved your problems instead of avoiding it because you don't want to get hurt?

When was the last time you cried? When was the last time you had your funniest laugh?

When was the last time you did something spontaneously? When was the last time you made plans?



I think I need to ask myself these kinds of question regularly (and do something about it...).

7.30.2015

Semester Empat Sudah Berlalu

Halo semuanya!!!!!! Setelah lama tidak berkabar akhirnya gue kembali dengan...postingan yang (seharusnya) rutin gue tulis tiap satu semester berakhir. Telat sedikit (sedikit gak sih ini haha) tidak apa ya, mumpung semester lima belum menampakkan batang hidungnya. Karena kalau nggak ditulis, sepertinya gue akan keburu lupa dengan apa saja yang sudah terjadi di semester lima kemarin... Bahkan sekarang aja udah mulai lupa.. Hmm coba gue ingat-ingat lagi ya.

Semester lima ini berlalu dengan sungguh amat sangat cepat sekali, karena memang sesuai jadwalnya semester ini hanya berlangsung dari bulan Januari hingga..Mei kalau tidak salah ingat. Pokoknya lebih cepat dari semester sebelumnya. Untung saja liburannya jadi lebih panjang. Bukan cuma seminggu seperti waktu libur tahun baru :"-)

Tentu saja semester ini juga masih diwarnai dengan kehadiran portofolio. Tapi portofolio kali ini....duh mengingatnya gue ingin tertawa sekaligus menangis haha huhuhu. Karena dengan bodohnya...gue baru intensif ngerjain porto....beberapa hari sebelum deadline pengumpulan. Gue bahkan menginap di rumah Endah selama empat hari. Udah kayak pindah rumah haha. Ternyata memang lebih enak ngerjain bareng-bareng soalnya gue orangnya pemalas banget dan sangat penunda jadi kalau gak ada yang memeberikan motivasi untuk gue mengerjakan porto... gak bakal mulai ngerjain. Sungguh kemarin itu gue dan porto seperti dua kutub magnet yang saling menjauh, setiap buka laptop rasanya malas sekali menyentuh porto.... Seperti ada jutaan hal alin yang lebih menarik daripada porto... Semoga ini menjadi pelajaran dan gue akan bertaubat untuk porto selanjutnya ya. (Bahkan gue gak mau menampilkan porto gue di blog ini karena hasilnya...heuheuheu ngerjainnya buru-buru sih, dapet nilai B sudah sangat bersyukur :"-))

Sekarang coba kita flashback lagi ke masa sebelum pengumpulan porto. Hmm ya ketika itu 8EH Radio ITB berulang tahun loh! Ini juga menjadi salah satu alasan gue menunda pengerjaan porto karena gue malah sibuk nyiapin acara buat siaran spesial ulang tahun hehehehe. Jadi seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap 8EH berulang tahun bakalan ada satu hari siaran spesial buat ngerayain. Isinya bermacam-macam mulai dari ngundang orang-orang penting di kampus sampai bikin drama radio ala ala pake suara announcer. Selain itu, tahun ini juga ada prankcall. Ya, ngerjain orang lewat telpon seperti yang suka ada di radio-radio swasta. Dan apesnya karena pas lagi bikin prankcall itu gue ada di studio, ditunjuklah gue untuk menjadi penelpon yang akan mengerjai orang-orang. Salah satu contohnya ada prankcall untuk mas UCxUP alias fluxcup yang bisa kalian dengar di sini. Pardon my squeaky voice :-(

Lalu selanjutnya apalagi ya yang terjadi sebelum itu.... Kok gak inget ya heuheu sepertinya tidak ada hal spesial yang terjadi.. Hari-hari berjalan begitu saja. Ya paling kuliah dan lainnya. Oiyaa ada matkul apa saja kah di semester ini? (Selain studio DI 2 tentunya) Mari kita review satu per satu.

Metodologi Desain
Di awal semester, kuliah ini diikuti oleh seluruh jurusan desain dan kriya. Kelasnya di ruang seminar dan sangatlah ramai juga berisik, padahal dosennya sudah tua dan suaranya kecil sekali...kasihan bapak itu. Jadilah selama kelas ini gue gak bisa konsentrasi sama sekali.. Untung ujiannya selalu take home, kalau ngga, entah akan dapet nilai berapa heuheu. Di pertengahan semester barulah kelasnya dipecah sesuai prodi masing-masing.

Tinjauan Arsitektur
Kelas ini lumayan seru siih soalnya asdosnya lucu. Ternyata sebagai seorang desainer interior, gue juga harus punya pengetahuan mengenai arsitektur karena interior adalah bagian dari arsitektur dan arsitektur udah ada jauh sebelum ilmu desain interior muncul. Karena kebutuhan manusia semakin kompleks maka muncul lah ilmu desain interior ini. (lah ini sebenernya ngomongin apa sih sil) Begitulah pokoknya kelas ini cukup menambah wawasan.

Desain Mebel 1
Pada awalnya gue sangat tertarik dengan kelas ini karena gue sempat berpikir untuk buka bisnis mebel setelah lulus. Di masa-masa awal kelas gue masih bersemangat, tapi lama kelamaan he he he entah kenapa malas sekali mengerjakan tugas-tugasnya...parah. Padahal ini sistemnya kaya studio gitu jadi selalu ada asistensi. Dan apabila malas, tentu saja akan jarang asistensi dan berujung pada hasil yang tidak maksimal. Semoga semester depan bisa lebih baik huhu. (iya, masih ada mebel 2 dan seterusnya)

Tata Suara & Cahaya Interior
Lewat kelas ini gue semakin menyadari bahwa untuk menjadi seorang desainer interior banyak sekali hal yang harus gue ketahui. Bukan cuma soal desain-mendesain dan estetika saja. Desain interior juga berbenturan dengan ilmu-ilmu lain seperti fisika misalnya. Ya, fisika dan segala rumusnya yang menakutkan. Fisika diperlukan untuk mengetahui teori-teori yang berhubungan dengan tata suara dan cahaya dalam interior. Bahkan, dosen untuk kelas ini didatangkan langsung dari prodi Fisika Teknik. Untungnya sih yang harus gue pelajari lebih ke fisika terapannya hehehe bukan yang harus menghafal rumus dan menghitung, jadi masih bisa lah ya mengikuti kelas ini meskipun agak tersendat-sendat heuheu.

Konstruksi & Detail Interior
Ini juga nih salah satu mata kuliah yang agak rumit karena ada banyak hal yang harus diingat. Di sini gue bahkan mempelajari jenis-jenis pondasi, atap, dan semacamnya. Seperti mahasiswa sipil dan arsitektur pada umumnya. Memang ya jurusan desain interior ini jurusan paling teknik di antara jurusan lain di fakultas seni rupa desain.

Pengantar Psikologi Desain Interior
Kelas ini seruu karena gue cukup tertarik sama psikologi. Dan dengan adanya kelas ini gue gak perlu lagi ngambil kelas Psikologi Persepsi (yang selalu jadi rebutan semua orang karena paket A) karena materinya mirip-mirip dan dosennya sama.

Pancasila dan Kewarganegaraan
Hmm ya kelas ini seperti kelas kwn yang biasanya tapi cukup seru sih karena ada diskusi dan presentasi terus suka lucu aja ngeliat orang-orang yang berpendapat.

Begitulah selama satu semester gue cukup terseok-seok mengikuti semua kuliah yang harus gue hadiri. Tentu ada kegiatan-kegiatan lain di luar kuliah, soalnya kalau nggak ada wah bisa tambah pusing. Semester ini gue juga mengikuti beberapa kegiatan dan bertemu dengan banyak orang hebat yang membuat gue merasa amat kecil.

Satu pertanyaan besar yang muncul setelah melewati semester ini adalah.... mau jadi apa setelah lulus nanti???? Jujur gue masih belum tau pasti. Ada sih beberapa rencana yang terlintas di kepala, tapi gue juga belum yakin. Pokoknya semester ini berhasil membuat gue tidak yakin apakah gue akan jadi desainer interior kalau sudah lulus.... Karena...ternyata.... pusing sekali ya mengerjakan semua dokumen perancangan ini huahaha.

Salah banget sih gue dulu waktu SMA yang ada di kepala gue ya cuma kuliah di mana, bukan mau berprofesi sebagai apa. Pantas saja hidup terasa lebih mudah daripada sekarang karena tujuan gue jelas, vivid, gak abstrak kaya sekarang. Saran gue untuk dede dede yang masih duduk di bangku SMA, jangan terlalu terpaku pada tujuan kuliah aja karena begitu tujuan itu udah tercapai, ntar bingung lagi nyusun tujuan selanjutnya.

Yah, karena nasi sudah menjadi bubur, lebih baik gue tambahin ayam, kacang, seledri, kerupuk, dan bawang goreng aja lah ya biar enak. Masih belum terlambat kok buat gue memikirkan apa yang bakal gue lakukan setelah lulus nanti. Kalau pun nggak jadi desainer interior, masih ada profesi lain yang berhubungan dengan ilmu desain interior. Jadi semangat saja sil.

Wah sudah sepanjang ini tapi belum ada gambar sama sekali! Maaf sudah membuat mata kalian lelah membaca tulisan gue yang sebenarnya tidak penting ini. Ini ini gue kasih gambar ya


Yaaa! Itu adalah stiker orang berkepala Salmon hahaha senang sekali ternyata ada yang bikin stiker line ini. Terimakasih banyak, arigatou gozaimasu, siapa pun yang membuat stiker ini.


Baiklah, karena ku sudah mulai lelah, sekian dulu ya postingan kali ini. Kalau gue ingat sesuatu yang belum ditulis di sini (mungkin) akan gue tambahkan. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!